8 Mei 2010

Perjuangan seorang Kuli Bangunan

by : Jajank
MERI KOMARY
Namanya Mery Komari. Dia dilahirkan di tahun 1959 ditengah-tengah keluarga S3 (Sangat Sederhana Sekali), dan dia tidak pernah sempat untuk menamatkan pendidikan Sekolan Dasarnya. Sejak kecil dia sudah terbiasa dengan kehidupan yang serba minim, dan untuk mencukupi kebutuhannya dan keluarga, dia memilih profesi sebagai seorang Kuli Bangunan. Hingga dia berkeluargapun, dia tetap dengan profesinya sebagai kuli bangunan agar bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan anak-anaknya.

Sherli Selvitaria
















by : Jajank


Tulisan ini saya tulis sepulang dari acara Pulang Kampung bulan Januari yang lalu namun terlambat untuk diterbitkan. Dan sebagai ungkapan kasih sayang pada putri tercinta, juga ingin berbagi rasa bahagia dengan sahabat dan rekan dan keluarga.

Sabtu 20 Februari 2010.

Memang sudah terbayangkan sebelumnya, bahwa suasana diperjalanan saat musim hujan ini akan tetap sama seperti tahun-tahun yang lalu. Banjir, Hujan dan Angin seakan selalu menemani selama perjalanan.Namun ternyata musim hujan kali ini agak beda khususnya di sepanjang jalan jalur Komering, karena ada beberapa tempat yang harus extra hati-hati saat kita menjalankan kendaraan. Karena ada ruas jalan yang tergenang air hingga dua puluh lima centimeter. Lagi pula, ditengah jalan yang tergenang air tersebut ada pohon besar yang tumbang dan melintang menghalangi perjalanan. Alhamdulilah... semua dapat diatasi dengan kesabaran dan kewaspadaan, sehingga tidak mengalami hal yang buruk seperti tergelincir dan terjebak di tengah badai yang menghalangi pandangan ke depan.

Lega rasanya setelah tiba ditujuan, apalagi setelah bertemu dengan Ayahnda tercinta dan mencurahkan kerinduan dalam pelukan beliau. "...oohh... masih nampak nyata ketampanan beliau dan senyum arif yang khas selalu menghiasi wajah itu..." .